pelatjoer djiwa
Kenapa saat kita mendengar kata "PELATJOER", image yang ada di benak kita adalah image-image kotor, saru (jawa) atau tidak senonoh, tabu, porno, haram dan maksiat. Saat kita mendengar lokalisasi kita langsung berpikir tentang seks, lonthe dan lengkap dengan virus HIV/AIDS. Apa hak kita untuk men-judge mereka yang sudah mengambil keputusan untuk berkecimpung di dunia tersebut. Bukankah mereka juga mempunyai hak hidup seperti halnya kita? Tidakkah kita sadari bahwa mereka itu bisa jadi lebih suci dari kita.Kadang ku berpikir bahwa kita ini juga tidak jauh berbeda dengan mereka bahkan lebih buruk lagi. Kalau para pelatjoer tersebut rela mengorbankan tubuhnya untuk mencari nafkah, kita sering merelakan otak kita, mental kita, dan jiwa kita ke tangan-tangan para kapitalis haus darah yang siap setiap saat untuk menyedot energi kita sampai habis demi mencapai keuntungan yang maksimal.
Tidakkah malah lebih terhormat mereka yang berani mengorbankan tubuhnya demi pencapaian idealisme yang dalam hal ini adalah skup yang lebih kecil.
.jpg)